Evaluasi Percontohan Pisang ICARE : Lawan Endemik, Raja Nangka Lebih Unggul Dibanding Kepok Tanjung
Brebes – Tiga puluh lima petani pisang program ICARE BRMP Jawa Tengah, di Desa Kedungneng dan Kalibuntu, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes mengikuti Evaluasi Percontohan Pisang (14/10/25). Saat ini daerah tersebut termasuk endemik layu fusarium dan layu bakteri. Selain Petani, hadir pula, Kepala BRMP Jateng, Dr. Soeharsono, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dan narasumber dari BRMP Tanaman Buah Tropika Solok, Sumatera Barat.
Evaluasi kali ini menyoroti hasil percontohan pisang varietas Raja Nangka dan Kepok Tanjung. Hasil panen varietas Raja Nangka, lebih baik, yakni rata-rata 24 kg, bahkan mencapai 32 kg. Produksi ini lebih tinggi dibanding eksisting petani yang hanya mencapai rata-rara 11,5 kg. Sementara itu, varietas Kepok Tanjung pertumbuhan awal baik, namun terserang layu bakteri (Moko).
Narasumber menjelaskan berbagai faktor penyebab tingginya tingkat serangan OPT, serta menyampaikan strategi pengendalian yang dapat diterapkan untuk menekan penyebaran di masa mendatang. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kesadaran petani terhadap deteksi dini dan pengendalian OPT Terpadu
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara petani dan narasumber. Melalui evaluasi ini, maka, para petani dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemilihan varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan endemik, serta mampu mengembangkan strategi pengendalian OPT guna menghindari kegagalan panen di masa mendatang.